Selasa, 13 November 2012

masa lalu yang datang kembali



Buatku bertemu denganmu kembali  adalah hal terindah di dalam hidup ku.
Buatku bertemu  denganmu kembali sama saja menemukan nafas yang telah hilang di diriku.
Buatku bertemu denganmu kembali sama bahagianya saat aku menemukan mimpi-mimpiku.
Tak ingin rasanya ku akhiri pertemuan kita  ini.
Yang aku ingin hanyalah bersama dengan mu selamanya.
Dan ulang semua cerita cinta kita yang pernah ada.
Cerita cinta yang tumbuh dari perkenalan, keakraban, rasa nyaman, dan membuat sebuah cinta.

Dulu semua begitu indah kita jalani bersama.
Tiada hari yang terlewat untuk mencari bahagia bersama dengan mu.
Namun kini ku sadar kita yang sekarang hanyalah sepasang sahabat baik.
Yaa... sepasang sahabat baik. Tidak lebih!

Andai aja kamu tau,
aku masih ingat kok di saat kita pertama berjabat tangan.
disaat kita tertawa bersama.
di saat kita sibuk mengelilingi kota dengan motor kesayanganmu
disaat  kita makan bersama-sama.
disaat kamu selalu bertamu ke rumah ku.
Dan disaat kita harus terpisah karena hal yang tak pasti.
Terpisahkan karena hal yang tak pasti.
Itu yang membuatku menyesal sampai saat ini.
Penyasalan yang terus membuntutiku tiada henti.

Aku  bahagia karena pertemuan kita tadi.
Karena pertemuan tadi membuatku mengerti akan kehidupanmu yang sekarang.
Membuatku tidak bertanya-tanya lagi akan bagaimana dirimu saat kita terpisah jauh.
Aku bahagia masih bisa melihat senyum manis di wajahmu tadi.
Karena di situ terlihat jelas bahwa kamu bahagia bisa bertemu dengan ku kembali.
Aku bahagia masih bisa melihat indahnya pancaran matamu tadi.
Karena di situ terlihat jelas akan rindunya dirimu padaku.
Aku bahagia masih bisa membaca bahasa tubuhmu tadi.
Karena disitu terlihat jelas tak ada perubahan sedikitpun dari dirimu.
Harum dirimu pun masih kuingat sampai sekarang.
Tak ada satu orang pun yang menyerupai harum dirimu.

Kadang aku sering berfikir....
Andai saja perpisahan kita tak akan pernah terjadi.
Mungkin aku masih bisa mencari bahagia denganmu hingga saat ini.
Hinga aku hidup sedewasa ini.

Selalu terbayang di ingatanku tentang percakapan kita tadi.
Percakapan yang terjadi di sofa rumahku.
Di tempat kita dulu berbagi cerita.
Karena tanpa kamu sadari kamu berkata.
“Cuma kamu orang yang bisa bikin aku nyaman.
Cuma kamu orang yang selalu ingin aku temui.
Dan Cuma kamu orang yang selalu membuat ku bertanya-tanya dalam hati.
Karena tanpa aku sadarin cuma kamu yang masih ada di hati ku sampai sekarang ini.
Banyak wanita yang menggantikanmu selama ini, bahkan beribu-ribu wanita.
Namun tak ada satu pun yang seperti mu, tak ada yang bisa menggantikan mu.
Sampai suatu hari aku merasa putus asa, aku memutuskan untuk tidak mendekati siapa-siapa.
Namun itu semua membuatku semakin mengingatmu, semakin merindukanmu.
Dan sekarang sampai wktunya tiba, aku bisa bertemu denganmu kembali.
aku ingin semua seperti dulu, namun apa yang ku bisa?
kamu yang sekarang bukanlah milikku lagi.
Kamu yang sekarang milik seorang lelaki yang beruntung mendapatkanmu.
Mungkin kini hanya bersabarlah yang akan ku lakukan.
Aku akan menuggu mu sampai nanti waktunya tiba.
Sampai nanti kamu benar-benar kembali untuk ku.
Untuk cerita cinta kita”

Ya itulah salah satu percakapan kita yang masih aku ingat.
Semua kata-kata itu gak akan bisa untuk aku lupa.
Karena aku tau itu semua tulus dari dalam hatimu.
Aku pun merasakan hal yang sama denganmu.
Namun aku tak mengerti harus berbuat apa?
Sering ku mencoba untuk mengakhiri semua dengan pacar ku yang sekarang.
Tetapi perbuatan ku tersebut tidak membuahkan hasil yang maksimal.
Lelaki yang menjadi pacar ku sekarang tak mengginginkan perpisahan dari ku.
Aku pun mencoba menghargai keinginanya dengan melepasnya secara perlahan.
Namun semua itu belum juga membuahkan hasil maksimal.
Yang telihat sekarang, dia semakin memujaku dan mengharapkanku.
Untuk menjalani hidup bersama dirinya selamanya.

Semua ini hanya membuatku tersiksa.
Mungkin disisi lain aku tak ingin menyakiti pacarku.
Namun disisi lain pun kau tak ingin menyakiti mantan kekasihku yang masih ku sayangi.
Maafkan aku.....
Maafkan aku yang tak pernah bisa tegas untuk menghadapi  semua masalah ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar